Kundur Serap Rp44 Miliar Proyek Infrastruktur APBD Kepri 2013

KUNDUR (HK) - Pemerintah Provinsi Kepri mengalokasikan anggaran sekitar Rp44 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun. Gubernur Provinsi, Kepri HM Sani menegaskan hal itu saat kunjungan kerja ke daerah tersebut, Kamis (10/1).
Anggaran puluhan miliar itu, kata Sani, di antaranya dimanfaatkan untuk pembangunan ponton di Dermaga Tanjung Berlian Kecamatan Kundur Utara senilai Rp2,2 miliar. Kemudian, Pemprov Kepri juga berencana membangun terminal di Tanjung Berlian, Kundur Utara senilai Rp3 miliar. 
Lalu, akan dibangun pula tanggul untuk pengairan area pertanian padi di Desa Teluk Radang, Kuncur Utara dengan anggaran mencapai Rp15 miliar.

"Kemudian ada lagi proyek pembangunan tanggul di pinggir laut, yang menghubungkan Tanjungbatu menuju Kundur Utara dengan panjang 18 kilometer. Besar anggarannya adalah Rp23 miliar. Kita juga merencanakan akan membangun jalan di pinggir tanggul tersebut (layaknya jalan pinggir laut di Coastal Area Pulau Karimun)," kata Sani.

Dengan demikian kata dia, anggaran pembangunan tanggul sebesar Rp23 miliar tersebut masih belum selesai kalau digabung dengan pembangunan jalan pinggir laut. Sani menargetkan, pada 2014 pembangunan tanggul dan ponton sudah selesai dikerjakan.

Selain infrastruktur, kata Sani, pemerintah juga melakukan program pengentasan kemiskinan, yang dilakukan dengan cara rehab rumah tak layak huni (RTLH) untuk masyarakat miskin. Dengan hitung-hitungan jika Pemkab Karimun berani merehab satu rumah maka Pemprov Kepri akan membantu dua rumah.

"Menurut catatan yang ada, sebanyak 35 ribu rumah akan kita rehab untuk se-Provinsi Kepri. Saat ini masih ada 28 ribu rumah lagi yang belum dikerjakan. Ini akan kita selesaikan secara berangsur-ansur. Mudah-mudahan dalam kurun lima tahun sudah selesai separuhnya," katanya.

Dalam pembangunan di Kepri kata Sani, secara keseluruhan ada tujuh daerah yang masih perlu dilakukan pembangunan. Namun akan dilakukan secara bertahap dan bantuan yang diberikan tidak bisa diperbanyak.

"Di Tanjungbatu, kita buat rumah sakit umum daerah dengan anggaran Rp15 miliar. Yang melaksanakan pembangunan pemerintah kabupaten, tapi uangnya dari kita. Jadi aturannya seperti itu. Akhir tahun 2014 atau awal tahun 2015 diharapkan sudah selsai. Maka, kalau (Kundur) jadi kabupaten, sudah siap," ujar Sani.

Rumah Suku Kuala

Pada kunker ke Kundur itu, Gubernur Kepri juga menjanjikan akan membangun 75 rumah untuk masyarakat Suku Duana atau biasa dikenal dengan Suku Kuala. Kata Sani, lokasi pembangunan rumah terletak di Kebun Pinang, Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur, yang akan dimulai pengerjaannya tahun 2013 ini.

"Berapa anggarannya, nantilah kita sampaikan lagi. Yang penting rumah ini secepatnya dikerjakan," ujar Sani, usai mengunjungi pemukiman Suku Kuala di Dwi Kora, Kelurahan Tanjungbatu Kota.

"Kalau soal ganti rugi, dilaksanakan oleh Pemkab Karimun pada akhir tahun ini selesai, maka tahun 2014 kita bisa mulai bangun rumah untuk Suku Kuala. Kita tergantung dari pemerintah kabupaten saja. Setelah jadi baru diresmikan," jelas Sani.

Untuk diketahui, kondisi masyarakat Suku Kuala rata-rata berprofesi pekerja serabutan dan sebagian lagi nelayan. Sedangkan tingkat pendidikan anak-anak masih sangat rendah.

Untuk siswa tingkat sekolah dasar, misalnya, dari 75 kepala keluarga, hanya ada 74 orang anak yang mengenyam pendidikan di jenjang tersebut. Selain itu tujuh orang siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, satu orang di tingkat Aliyah (SMA/sederajat) dan satu orang sarjana strata satu (S1)

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI FAJAR KARIMUN, SEMOGA BERMANFAAT..
 
Berita Karimun © 2013 | Template By Banx-Imran